Kedudukan dan Fungsi Bahasa

Pertanyaan : Pada bab dan pasal berapa dalam UUD 1945 bahasa indonesia dikukuhkan? Bagaimana bunyinya ?
Jawaban : Bab XV, pasal 36--> Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.

A. Kedudukan Bahasa
Kedudukan bahasa dibagi 2 :
  1. Bahsa Nasional.
  2. Bahasa Negara.
Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.
  1. Bahasa Nasional sebagai identitas Negara.
    Bahasa Nasional sebagai identitas Negara terdapat pada bulir - bulir Sumpah Pemuda. Yang bunyinya sebagai berikut :
    - Kami putra putri indonesia mengaku betumpah darah satu, tanah air indonesia.
    - Kami putra putri indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa indonesia.
    - kami putra putri indonesia menjunjung bahasa pemersatu, bahasa indonesia.
  2. Bahasa Indonesia sebagai kebanggaan Bangsa.
    Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll. yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris.
  3. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
    Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Demikian juga dalam bahasa lisan, kita tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.Bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Demikian juga dalam bahasa lisan, kita tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam berkomunikasi dan bersosialisasi.
  4. Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu Bangsa yang berbeda suku, agama, ras, adat dan istiadat, dan budaya.
Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara.
  1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
    Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.
  2. Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
    Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak hingga keperguruan tinggi. Cara ini akan sangat membantu dalam meningkatkan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
  3. Bahasa Indonesia sebagai alat penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
  4. Bahasa Indonesia sebagai pengembang kebudayaan Nasional, dan teknologi.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lainnya. Karena sangatlah tidak mungkin bila suatu buku yang menjelaskan tentang suatu kebudayaan daerah, ditulis dengan menggunakan bahasa daerah itu sendiri, dan menyebabkan orang lain belum tentu akan mengerti.

B. Fungsi Bahasa
  1. Fungsi Bahasa berdasarkan isi sumpah pemuda dan UU.
    - lambang kebanggaan kebangsaan,
    - lambang identitas nasional,
    - alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya,dan
    - alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
  2. Fungsi Bahasa berdasarkan proses interkasi dan penghubung antarsesama.
    - Fungsi informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal-balik antar anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat.
    - Fungsi ekspresi diri, yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan,emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembaca.
    - Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat, melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku, dan etika masyarakatnya.
    - Fungsi kontrol sosial, Bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
  3. Fungsi Bahasa sebagai alat komunikasi.
    - Fungsi instrumental, yakni bahasa digunakan untuk memperoleh sesuatu
    - Fungsi regulatoris, yaitu bahasa digunakan untuk mengendalikan prilaku orang lain
    - Fungsi intraksional, bahasa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain
    - Fungsi personal, yaitu bahasa dapat digunakan untuk berinteraksi dengan perorangan
    - Fungsi heuristik, yakni bahasa dapat digunakan untuk belajar dan menemukan sesuatu
    - Fungsi imajinatif, yakni bahasa dapat difungsikan untuk menciptakan dunia imajinasi
    - Fungsi representasional, bahasa difungsikan untuk menyampaikan informasi.
  4. Fungsi Bahasa sebagai Bahasa baku.
    - Fungsi pemersatu, artinya bahasa Indonesia mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda
    - Fungsi pemberi kekhasan, artinya bahasa baku memperbedakan bahasa itu dengan bahasa yang lain
    - Fungsi penambah kewibawaan, penggunaan bahasa baku akan menambah kewibawaan atau prestise.
    - Fungsi sebagai kerangka acuan, mengandung maksud bahwa bahasa baku merupakan kerangka acuan pemakaian bahasa.
Download : 
"Hadirnya Bahasa membuat kita bersama, dan bersatu dalam kedamaian"
semua isi konten diatas pada ZULHAFIZH,S.Pd.,M.Pd.

10 Responses to "Kedudukan dan Fungsi Bahasa"

  1. Replies
    1. oke gan, share blog ini ke yg lain ya gan

      Delete
  2. saya bangga jadi warga indonesia karena mempunyai bahasa resmi sendiri yaitu bahasa indonesia..nice artikelnya gan

    ReplyDelete
  3. Bahasa bisa mempersatukan bangsa , tapi bagaimana dengan bahasa daerah , misal kan seseorang menceritakan kejelekan kita dalam bahasa yang tidak kita ketauhi maka fungsi bahasa di sini bakalan jadi kurang bagus. tapi sangat berperan penting

    ReplyDelete
  4. Sekarang apalah dikata, bahasa yg menjadi cerminan budaya sudah tidak di pakai resmi, kecuali dalam acara-acara resmi saja .. iyo da? :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel