Dasar-Dasar, Ruang Lingkup, dan Metodologi Ilmu Ekonomi

Apa dan Mengapa Ada Ilmu Ekonomi

Manusia hidup memerlukan barang dan jasa untuk makanan, pakaian, tempat tinggal, hiburan, dan lain sebagainya. Diantara barang dan jasa tersebut ada yang dapat diperoleh dari alam secara gratis seperti udara untuk bernafas, dan air di daerah pegunungan untuk minum. Sehubungan dengan itu dalam ekonomi dibedakan antara benda bebas dan benda ekonomi. Benda bebas adalah barang yang dapat diperoleh tanpa pengorbanan, sedangkan benda ekonomi adalah barang yang dapat diperoleh dengan pengorbanan. Pada dasarnya manusia perlu mengorbankan baik itu berupa tenaga, pikiran, dana, maupun waktu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena didesak kebutuhan hidup itu pula yang membuat manusia berusaha keras untuk mengembangkan teknologi agar dapat menghasilkan barang dan jasa.

Dengan berkembangnya peradaban, maka kebutuhan manusia semakin bertambah banyak karena manusia selalu berusaha agar hidupnya enak dan nyaman. Apa yang dahulu bukan merupakan kebutuhan, sekarang menjadi kebutuhan dan apa yang dulu merupakan kebutuhan yang tergolong mewah, sekarang menjadi kebutuhan pokok. Sebagai contoh, dahulu kendaraan bermotor masih merupakan kebutuhan mewah bagi sebagian masyarakat yang tergolong kaya, sedangkan saat ini, kendaraan bermotor telah menjadi kebutuhan pokok.

Dari gambaran diatas tampak bahwa kebutuhan manusia itu selalu bertambah dengan cepatnya dari waktu ke waktu, sedangkan jumlah barang dan jasa sebagai alat pemuas-nya tidak dapat mengikuti. dengan terbatasnya sumber-sumber ekonomi yang ada, untuk itu diperlukan suatu ilmu yang bernama ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari usaha manusia bagaimana mengalokasikan sumber-sumber yang terbatas untuk menghasilkan barang dan jasa dan mendistribusikan-nya ke masyarakat.

Permasalahan Pokok Ekonomi

Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan tiga kegiatan pokok yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Sebelum barang itu dapat dinikmati, maka barang tersebut terlebih dahulu diproduksi, yaitu kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa. Untuk mengalokasikan sumber-sumber yang terbatas, maka kegiatan ekonomi menghadapi tiga permasalahan pokok, yaitu barang apa yang harus dihasilkan, bagaimana menghasilkan barang tersebut, dan untuk siapa untuk barang tersebut dihasilkan. Secara umum dapat dikatakan barang dan jasa yang paling banyak memberikan manfaat. Jika biaya-biaya mesin canggih relatif lebih murah di bandingkan dengan upah tenaga kerja, maka alternatif pertama lebih menguntungkan, sedangkan jika upah tenaga relatif lebih murah dibanding dengan biaya mesin, maka alternatif pertama lebih menguntungkan, sedangkan jika upah tenaga kerja relatif lebih murah dibanding dengan biaya mesin, maka alternatif kedua lebih menguntungkan. Permasalahan ketiga adalah masalah distribusi dari barang-barang yang dihasilkan.

Jika sebagian besar barang barang dan jasa hanya dapat di jangkau oleh sebagian kecil anggota masyarakat, sedangkan sebagian besar tidak mampu menjangkau-nya, maka kemakmuran masyarakat akan timpang. Sebuah contoh lahan pertanian menjadi lapangan golf, lahan pertanian akan menghasilkan padi misalnya, yang bermanfaat untuk masyarakat sedangkan lapangan golf hanya dinikmati oleh segelintir mereka yang memiliki uang banyak. Ungkapan yang berbunyi market is distated by dollar vote merupakan sindiran dari fenomena tersebut.

Ruang Lingkup dan Pelaku Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang menyampaikan barang dari produsen ke konsumen disebut sebagai pedagang, distributor dan lainnya. Pemerintah juga berperan sebagai pelaku ekonomi, karena pemerintah dengan anggaran yang dimilikinya dapat berperan sebagai produsen jasa pelayanan umum, misalnya pelayanan keamanan, pelayanan hukum, dan pelayanan pendidikan.

Dari gambar diatas tampak jelas keterkaitan di antara para pelaku ekonomi yang saling mendukung, perlu di catat bahwa pemisahan para pelaku ekonomi dalam gambar diatas, sifatnya adalah fungsional dengan pengertian bahwa secara fisik seseorang bisa berfungsi ganda. Keterkaitan diantara para pelaku ekonomi memiliki arti bahwa perilaku salah satu pelaku ekonomi akan mempengaruhi pelaku lainnya, Contoh, jika rumah tangga sebagai pemasok tenaga kerja menuntut kenaikan upah, maka biaya produksi akan meningkat dan harga barang dan jasa yang akan dibayar oleh rumah tangga juga akan meningkat.

Metodologi dan Perkembangan Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi lahir dengan terbitnya sebuah buku yang ditulis oleh Adam Smith yang berjudul The Wealth of Nation pada tahun 1776. Salah satu pokok pikiran penting yang dikemukakan oleh Adam Smith adalah adanya invisible hand yang mengatur secara otomatis kegiatan ekonomi masyarakat, Pokok pikiran kemudian di kembangkan lebih lanjut oleh David Ricardo, Masrsall John Maynard Keynes dan lain sebagainya. Dua faktor akibatnya perkembangan ekonomi, Pertama, munculnya fenomena-fenomena baru yang, menyebabkan para ekonomi mengkaji ulang konsep-konsep yang ada sehingga ilmu ekonomi itu selalu berkembang sejalan dengan kemajuan masyarakat. Kedua semakin sempurna-nya metode statistik, khususnya ekonometrik yang memudahkan pengujian-pengujian model-model ekonomi dengan data yang ada.

Dalam khazanah keilmuan dikenal dua pendekatan untuk memperoleh kebenaran, pertama pendekatan deduktif dan kedua pendekatan induktif. Pendekatan deduktif adalah metode untuk memperoleh kebenaran dengan menggunakan nalar (logika), Kebenaran yang bersifat umum/nalar dapat menarik kesimpulan bersifat khusus. Metode ini menggunakan premise major, premise minor, dan konklusi, sebagai contoh, ”Semua manusia akan mati” sebagai premise major, ”Andi adalah manusia” sebagai premise minor, maka konklusinya adalah ”Andi akan mati”. Pendekatan induktif adalah suatu metode dengan cara menarik kesimpulan umum yang didasarkan pada fenomena-fenomena khusus. Contoh, Ali mati; Badu mati; Joko mati; dan Zainab mati. Karena Ali, Badu, Joko dan Zainab adalah manusia. Kesimpulan pada pendekatan induktif ini berdasarkan fakta-fakta, Sedangkan pada pendekatan Deduktif berdasarkan logika.

Berdasarkan teori yang ada kenaikan suatu barang dapat disebabkan oleh meningkatnya jumlah pemintaan, berkurangnya jumlah penawaran atau gabungan dari kedua-duanya. Dugaan bahwa berkurangnya persediaan sebagai penyebab kenaikan harga beras adalah hipotesis, Sedangkan proses mental untuk sampai kepada dugaan tersebut adalah pendekatan deduktif. Oleh karena penemuan-penemuan dalam penelitian yang berlangsung secara terus menerus mengembangkan teori yang sudah ada, maka landasan berfikir deduktif akan senantiasa mengalami perubahan. Salah satu implikasi dari pendekatan ini adalah adanya trade-off antara inflasi dan pengangguran artinya Jika ingin menekan inflasi, maka costnya adalah akan meningkatnya pengangguran dan sebaliknya ingin mengurangi pengangguran, Maka costnya adalah meningkatkan inflasi. Fenomena ini memaksa para peneliti untuk meneliti penyebab inflasi dari sisi penawaran agregatif perekonomian dan mereka menemakanya cost push inflation sedangkan inflasi dari pendekatan sisi permintaan disebut sebagai demand pull inflation.

0 Response to "Dasar-Dasar, Ruang Lingkup, dan Metodologi Ilmu Ekonomi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel