Kelebihan dan Kekurangan Google AMP

Jika sobat belum mengetahui apa saja Kelebihan dan Kekurangan Google AMP, maka admin akan membagikan tulisan yang ditulis oleh sugeng pada blog pribadinya.

Di dunia ini tidak ada yang sempurna, begitu pula Google AMP. Meskipun banyak kelebihan yang diberikan, Google AMP juga memiliki kekurangan.

Kelebihan

1. Loading halaman menjadi super cepat

Karena halaman AMP terdapat batasan dalam penggunaan element, dan juga didukung optimasi dari AMP JS dan AMP Cache, loading yang super cepat adalah garansi jika sobat menggunakan Google AMP.

2. Meringankan beban server

Karena halaman AMP yang diakses melalui google merupakan versi cache, itu artinya akan dapat membantu meringankan beban server jika blog/web sobat mendapatkan banyak pengunjung dari google.

3. Meningkatkan ranking di google??

Menurut penjelasan dari John Mueller di twitter, Google AMP bukan merupakan salah satu penentu ranking di Google. Tapi meskipun begitu, banyak yang berpendapat bahwa Google AMP dapat mempengaruhi ranking secara tidak langsung.

Alasannya karena dengan menggunakan Google AMP loading halaman menjadi lebih cepat, sedangkan kecepatan loading halaman merupakan salah satu faktor penentu ranking di Google.

Kekurangan

1. Halaman asli AMP tidak muncul di Google

Karena halaman AMP yang tampil di Google merupakan versi cache, itu artinya halaman AMP yang asli dari blog sobat tidak langsung muncul jika dikunjungi melalui Google.

Ketika sobat mengunjungi halaman AMP di Google, sobat akan diarahkan ke halaman AMP versi cache di bawah URL www.google.com/amp.

Hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi branding sebuah blog / website karena semua halaman AMP di google memiliki URL yang sama.

Kabar baiknya, pada bulan Januari 2018 Google mengumumkan akan menampilkan URL halaman AMP versi asli di hasil pencarian.

2. Implementasi belum begitu mudah

Kekurangan lainnya adalah implementasi halaman AMP yang belum begitu mudah, khususnya bagi pengguna blogger/blogspot.

Di blogger belum ada fitur resmi untuk mengaktifkan halaman AMP secara otomatis. Untuk bisa memiliki halaman AMP di blog, sobat perlu menggunakan template custom yang sudah support AMP, itupun dengan banyak kekurangan, contohnya harus mengedit semua postingan supaya valid AMP.

Di WordPress Self-Hosted sendiri meskipun sudah tersedia plugin khusus untuk membuat halaman AMP, plugin tersebut masih belum sempurna dan terkadang bisa menimbulkan konflik dengan plugin-plugin lain.

3. Penggunaan element yang terbatas

Karena adanya batasan-batasan penggunaan element, kostumisasi pada halaman AMP menjadi terbatas.

Halaman AMP tidak bisa sembarangan menambah fitur-fitur seperti pada halaman non-AMP.


0 Response to "Kelebihan dan Kekurangan Google AMP"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel